Translator

Showing posts with label CAVE. Show all posts
Showing posts with label CAVE. Show all posts

Monday, 5 March 2012

Goa Langse

Goa Langse yang terletak di kaki tebing Parangtritis merupakan tempat tetirah yang terkenal, meskipun di sekitarnya juga banyak kawasan serupa, seperti Goa Tapan, Sendang Beji, maupun Goa Siluman.

Tempat pertemuan dua penguasa dari alam yang berbeda itu dikenal dengan nama Goa Langse. Goa ini termasuk dalam wilayah administratif Desa Girirejo, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Goa yang hingga kini dikenal sebagai tempat semadi atau "nenepi" itu jaraknya sekitar 30 kilometer arah selatan Kota Yogyakarta. Setiap hari, selalu ada orang yang mendatangi tempat ini, dengan maksud memanjatkan doa agar memperoleh keberhasilan dan kesejahteraan dalam hidupnya. Pada saat tertentu seperti malam Selasa dan Jumat Kliwon, pengunjung Goa Langse lebih banyak lagi jumlahnya, rata-rata mencapai 30 orang.

Dari pantai Parangtritis untuk menuju Goa Langse masih harus berjalan sekitar 3 km ke arah timur. Jika malas berjalan ada ojek yang siap mengantarkan Anda dengan tarif Rp 4.000,-. Namun ojek ini tidak sampai di pinggir tebing sehingga masih harus berjalan kaki sekitar 750 m menyusuri jalan setapak di antara rerimbunan ladang. Sebelum menuju ke Goa, Anda akan diminta mengisi buku tamu dan memberi donasi bagi perawatan Goa. Dari sini, Anda diantar oleh salah seorang penjaga, langsung menuju ke Goa.

Jangan kaget atau merasa ngeri ketika Anda sudah berada di bibir tebing. Dengan ketinggian tebing, sekitar 400 m dan nyaris tegak lurus, perjalanan menuju Goa Langse menjadi tantangan tersendiri. Jalan menuju ke kaki tebing tempat Goa Langse berada berupa campuran antara tangga (ada 4 buah pada tempat yang terpisah), akar, dan tonjolan bebatuan.

Sesampainya di Goa, pengunjung bisa mandi di salah satu bilik. Air yang dipakai mandi berasal dari mata air yang keluar dari dalam Goa. Airnya yang dingin dan tawar serta mengandung kadar kapur tinggi bisa menghilangkan kelelahan akibat perjalanan menuju Goa. Selesai mandi, barulah Anda dipersilakan untuk bersemedi. Kesunyian di dalam Goa sangat membantu untuk memusatkan pikiran. Suara yang terdengar hanyalah debur ombak pantai selatan.

Suasana goa yang terasa sejuk dan hening, sangat membantu untuk memusatkan pikiran, bermeditasi memanjatkan permohonan pada Tuhan. Di luar goa, tepatnya dari gardu pandang yang letaknya sekitar 20 meter di utara goa, pemandangan birunya laut, deburan ombak, dan gundukan-gundukan karang menambah ketenangan pikiran dan jiwa. Meski secara fisik melelahkan, di tempat inilah pengunjung dapat mensyukuri karunia Yang Maha Kuasa, melalui pengalaman bermeditasi sekaligus menikmati pemandangan laut selatan yang masih alami.

Namun, tempat ini bukanlah akhir dari perjalanan ke Goa Langse. Pinggiran tebing itu hanya permulaan dari sebuah perjalanan yang menantang fisik dan mental. Dengan panduan juru kunci setempat, pengunjung harus menuruni tebing yang hampir tegak lurus, dengan ketinggian mencapai 300 meter di atas permukaan laut, untuk mencapai lokasi goa.

Di sejumlah bagian, perjalanan turun tebing bisa dilakukan dengan tangga besi yang didirikan tegak lurus, namun sisanya dilakukan dengan cara berpijak pada batu-batu tebing, dengan bantuan pegangan pada akar pohon, atau batang-batang bambu yang menempel di dinding tebing. Setelah perjalanan turun itu sampai pada ketinggian 30 meter di atas permukaan laut, pengunjung bisa langsung masuk ke dalam goa.

Goa Langse terhitung lebih luas jika dibandingkan goa-goa alam lain di DIY. Panjangnya lebih kurang 30 meter, lebarnya sekitar 10 meter, dan tingginya mencapai 20 meter, dengan stalaktit bergantungan di langit-langit goa. Di ujung goa, terdapat mata air yang biasanya digunakan pengunjung untuk membasuh diri. Airnya yang dingin dan tawar, serta mengandung kadar kapur tinggi, menghilangkan rasa lelah setelah perjalanan berat menuju Goa Langse. Di sebelah mata air itu, terdapat tempat datar yang biasa digunakan untuk bersemedi.
 source:  www.wisatanesia.com

Goa Pertapaan


Goa pertapaan 1 terletak di daerah Pulutan, tepatnya di tepi pantai Pulutan. Goa ini memiliki ornamen-ornamen Goa yang indah, seperti stalagtit dan stalagnit.

Ketika kita menelusuri Goa ini, kita harus melewati jalan-jalan Goa yang sempit dan tebing-tebing Goa yang terjal. Hal ini menambah keunikan dari Goa ini.

Seperti namanya, Goa ini juga sering dijadikan sebagai tempat bertapa, bahkan masih digunakan hingga sekarang. Konon, dulu banyak orang-orang sakti berkunjung di tempat ini. Masih ada penduduk sekitar tempat ini lari ke goa ini bila ingin bertapa atau setidaknya menenangkan diri bila mempunyai masalah. Untuk sampai di tempat ini anda harus melakukan ritual khusus yaitu (maaf) memegang payudara perawan. Setelah itu anda bisa terus masuk kedalam Goa. Anda masih tak percaya, silahkan anda berkunjung sendiri di tempat ini.

Goa pertapaan 2 ini juga terletak di daerah Pulutan, tepatnya di sebelah goa pertapaan 1. Goa pertapaan 2 ini lebih menjorok ke laut, sehingga ketika air laut pasang, air laut ikut masuk sampai ke dalam goa. Goa pertapaan 2 ini aman dimasuki saat air laut surut.

Goa ini telah banyak dikunjungi oleh banyak pengunjung dan sama seperti halnya goa pertapaan 1, goa ini juga sering dijadikan sebagai tempat bertapa sampai sekarang. Banyak cerita- cerita mistik yang terkandung di tempat ini. Bila anda ingin mencapai tempat ini, anda harus merelakan sebagian kaki anda basah karena untuk mencapai tempat ini anda harus melewati bagian tepi pantai Jungwok.


 source:  www.wisatanesia.com

Goa Ngusalan



 
Goa Ngusalan berada di daerah Ngusalan yang terdapat juga pantai yang menawan. Goa ini dapat dijadikan tempat peristirahatan bagi pelancong yang mengunjungi pantai Ngusalan. Stalagtit dan stalagmit yang ada menambah keindahan goa ini. Semakin masuk ke dalam kondisi goa semakin melebar seperti berada di ruangan besar dengan ornamen-ornamen goa yang alami.

Dulu, goa Ngusalan ini dijadikan tempat pertapaan. Menurut cerita penduduk lokal, goa ini menyimpan sejuta misteri yang diyakini oleh masyarakat. Namun, sekarang sudah jarang masyarakat bertapa di goa ini. Tetapi anda boleh mencoba untuk bertapa di goa ini, silahkan saja menghubungi sesepuh di Wediombo yang nanti akan mengantarkan anda.



source:  www.wisatanesia.com

Goa Lowo


Goa Lowo Kalau mendengar namanya saja pasti banyak orang sudah dapat menerka-nerka apa saja yang terdapat di dalam goa tersebut. Betul sekali!!! Asal muasal pemberian nama goa ini berasal dari kata Lowo (bahasa jawa) yang berarti kelelawar. Banyak hewan malam yaitu kelelawar yang hidup di goa ini. Jumlahnya ratusan buah. Mereka bergelantungan di setiap lubang-lubang yang ada di sudut-sudut goa ini. Matanya sangat terlihat tajam dan menakutkan, tapi ini lah keunikan dari goa ini.
Berdasarkan survey yang dilakukan, di goa ini terdapat beberapa jenis kelelawar yang hidup. Mulai dari kelelawar yang besar sampai bentuk kelelawar yang kecil. Warna dari kelelawar sendiri berwarna coklat sampai hitam pekat. Sehigga untuk memperoleh gambar kelelawar tersebut bukanlah hal yang mudah, di dukung dengan suasana goa yang gelap.

Goa Bentis


Goa Bentis ini terletak di daerah Bentis Gunung Kidul, kawasan pantai Wediombo, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan muka goa yang sempit dan tebing-tebingnya yang terjal menjadikan gua ini sebagai wisata goa yang menantang.

Ornamen-ornamen goa yang indah seperti stalagtit dan stalagnit banyak menghisi goa ini. Selain itu, di dalam goa ini juga terdapat luweng. Luweng adalah sungai bawah tanah dan pada musim penghujan, air di luweng ini bertambah banyak. Jadi, goa ini lebih baik jika dijelajahi pada saat musim kemarau saja.

Keunikan dari stalagnit dan stalaktit yang ada di goa ini terletak pada warnanya. Warnanya stalagnit dan stalaktit di goa ini lebih gelap dibandingkan dengan umumnya stalaktit dan stalaknit yang ada. Bentuk Khas yang dimiliki dari stalaktit dan stalaknit yang ada adalah berbentik bergerombol kecil memanjang seperti akar. Keindahan goa Bentis ini tidak akan dapat anda temui di daerah lain


source:  www.wisatanesia.com

Goa Kiskendo


Goa Kiskendo adalah goa alam yang berada di pegunungan Menoreh yang terletak 1200 m di atas permukaan laut. Goa Kiskendo ini terletak sekitar 38 km arah barat laut Yogyakarta di atas bukit utara Kabupaten Kulon Progo,Goa Kiskendo yang terletak di desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulya, dapat dicapai dari yogyakarta dengan jarak kurang lebih 38 km atau kurang dari 21 km dari kota wates. yang dapat diakses melalui jalan kecil beraspal. Hanya kendaraan beroda empat berukuran kecil saja yang dapat sampai ke gua ini. Bagi Anda yang datang dengan bis besar harus berhenti di desa Niten, dekat kantor kecamatan Giri Mulyo, sekitar 8 km dari gua.

Tidak jauh dari mulut goa Kiskendo terdapat Goa Sumitro yang mempunyai dua mulut vertikal dan horizontal yang mengalir sungai bawah tanah yang jernih. Objek wisata ini sangat cocok untuk kegiatan perkemahan karena didukung dengan adanya lahan yang luas dengan udara yang nyaman. Sepanjang Goa Kiskendo dapat menikmati pemandangan alam pegunungan yang mempesona. Memasuki gua Kiskendo, pengunjung akan disambut oleh keindahan stalaktit dan stalagmit seperti gua batu kapur pada umumnya.



source:  www.wisatanesia.com

Goa Greweng


Goa Greweng Goa yang terletak di daerah Greweng ini memiliki potensi menjadi wisata goa yang menyenangkan sekaligus menantang. Dengan ornamen-ornamen goa yang unik, seperti stalagtit dan stalagnit, menambah keindahan dari goa ini.

Goa ini sering dijadikan sebagai tempat bertapa, bahkan sampai sekarang, banyak cerita-cerita mistik yang terjadi di gua ini. Goa ini juga sering menjadi habitat landak dan kalau beruntung, kita bisa bertemu landak saat kita menjelajahi goa ini. Selain landak anda juga bisa melihat kelelawar-kelelawar bergelantungan disini. Bila anda masuk di goa ini anda akan melihat stalagnit dan stalaktit yang mengkristal bak kilauan permata.

Saran yang bagus yang bisa anda pertimbangakan adalah jangan lupa membawa senter, obor ataupun lilin bila Anda berkunjung di tempat ini. Ditambah dengan membawa kamera bila Anda ingin mengabadikan moment-moment berharga disini. Jangan kaget bila Anda memperoleh hasil yang mencengangkan dan indah di sini.


Gua Selarong





Kawasan objek wisata ini memiliki pemandangan alam yang indah serta cocok untuk digunakan sebagai Bumi Perkemahan (Camping Ground). Di masa lampau gua ini digunakan sebagai markas gerilya Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan penjajahan Belanda pada tahun 1825–1830.

Pangeran Diponegoro pindah ke Gua Selarong setelah rumahnya di Tegalrejo diserang dan dibakar habis oleh Belanda. Gua Selarong berlokasi sekitar 14 km arah utara Yogyakarta tepatnya di kecamatan Pajangan dan berada di puncak bukit yang ditumbuhi banyak pohon jambu biji yang merupakan khas dari objek tersebut.


Di sekitar gua Selarong terdapat sentra kerajinan kayu yang menghasilkan patung, topeng dan lain-lain. Pemerintah Kabupaten Bantul sedang mengembangkan kawasan Gua selarong sebagai objek agrowisata dengan tanaman klengkengnya.


Gua Jepang



Goa ini berada di dusun Ngreco, dan Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong. Gua Jepang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Sebagai sarana pertahanan militer di zaman Jepang pada tahun 1942-1945, terutama setelah Jepang mempertahankan diri dari kedatangan sekutu di Indonesia .

Gua Jepang ini dibangun untuk memenuhi keperluan perang gerilya karena Jepang memperkirakan bahwa tentara sekutu akan datang melewati laut selatan dan mendarat di sekitar pantai Parangtritis. Di gua ini di temukan 18 bangunan bunker yang sebagian besar masih dalam keadaan utuh. Bentuk bunker tersebut beranekaragam, serta mempunyai fungsi yang berlainan pula, misalnya sebagai tempat pengintaian, ruang tembak, ruang pertemuan, gudang dan dapur. Ketebalan dinding rata-rata 50-70 cm , dari bahan beton bertulang, semen dan batu padas yang sudah tersedia di sekitarnya. Bunker-bunker tersebut dibangun saling berdekatan (30 m), serta dihubungkan dengan parit perlindungan yang berada di luar setinggi (1 m).



source: www.wisatanesia.com

Goa Cerme


 
Goa Cerme pada awalnya adalah tempat pertemuan yang digunakan oleh Walisongo untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Islam di Jawa. Kata ‘Cerme’ berasal dari kata ‘ceramah’, pembicaraan yang diadakan selama pertemuan dalam membahas rencana mendirikan Masjid Besar di Demak, sebuah kota di utara Jawa Tengah.

Terletak di desa Selopamioro Kecamatan Imogiri 20 km arah selatan dari Yogyakarta. Panjang goa seluruhnya kurang lebih 1,5 km dan berakhir pada sebuah sendang di wilayah Panggang, tepatnya di desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunungkidul. Rata rata kedalaman aliran air sekitar 1 hingga 1,5 meter.